Dia masa laluku

Semalam  aku bertemu dengannya kembali, Dia masih sama seperti dulu, senyum yang khas selalu tersungging dari bibir manisnya saat menyapaku. Seperti kebiasaan kami berdua, kami pergi ketempat yang penuh dengan cerita cinta kami. Saat tiba di danau itu keadaanya tak jauh berbeda dengan 2 tahun yang lalu , disebelah utara masih terdapat saung-saung bagi mereka yang mau memancing ikan, disebelah selatan berjejer perahu-perahu sewaan bagi mereka yang mau berkeliling danau, sebelah timur tempat berkumpulnya lapak-lapak pedagang makanan sampai lapak cendra mata. Aku merasa kembali ke masa lalu. Semua ini nyata atau hanya ilusiku saja.

Aku bahagia sekali bisa bertemu lagi dengannya, aku bahagia bisa melihat senyumnya. Sorot matanya begitu teduh bak air telaga, namun mata itu juga menyiratkan suatu kesedihan yang begitu mendalam. Tiba-tiba dia mengajaku berkeliling danau setelah kami menyewa sebuah perahu. Perahu itu semakin lama semakin ketengah, kami sangat menikmati suasana di danau itu, kami bercerita, tertawa, tapi tiba-tiba saja aku mersakan dingin di kakiku, saat kulihat banyak air danau yang masuk kedalam perahu, aku panik dan histeris, aku tidak bisa berbuat apa-apa, karena aku tidak bisa berenang, dan dia berusaha menyelamatkan aku, setelah itu kepanikan yang kurasa berganti menjadi hening dan gelap, gelap…

Dalam kegelapan  itu aku melihat dia tersenyum , dia tenggelam. aku terbangun, allahu akbar….. aku bemimpi buruk lagi tuhan. Aku sudah berusaha melupakan peristiwa 2 tahun silam yang merenggutl orang yang ku sayang.

Tuhan berikan aku amnesia saja agar aku bisa melupakannya. Aku tak kuat jika hidupku terus dibayang-bayangi rasa bersalah dan kematiannya. Tapi tuhan berilah dia tempat yang layak di sisimu. Berilah dia kenyamanan dan pelayananmu. Dan semoga aku tak memimpikannya lagi.

2 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    awan sundiawan berkata,

    Wow, cerita siapa nih? ceritanya seru… ayo terus kembangkan kreativitas menulsinya. :D

  2. 2

    the punisher berkata,

    wi itu cerpen,curhat atau apa? tapi yang jelas ceritanya menarik banget….


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Ungkapkan pendapat Anda